Terkini

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Kesehatan

Studi: Orang Tua Berisiko Tinggi Terkena Penyakit Seksual

Studi: Orang Tua Berisiko Tinggi Terkena Penyakit Seksual
F457c61f6fde2f27.jpg (Foto: BeritaOpini/Dokumentasi)

Senin, 30 November 2020 | 11:46 WIB

Aghil – Sebuah studi terbaru menungkapkan, bahwa orang yang berusia diatas 45 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena infeksi menular seksual (IMS). Alasannya, karena orang lanjut usia enggan untuk membicarakan kehidupan seksual mereka.

Penelitian dari SHIFT ini dilakukan dengan menyurvei 800 orang dewasa yang berasal dari Inggris, Belgia, dan Belanda. Hasilnya, peneliti menemukan adanya perubahan besar pada perilaku seksual mereka. Termasuk pada peningkatan jumlah lansia yang aktif secara seksual.

Namun, sebagian besar orang tua mengabaikan IMS ini. Peneliti menemukan, bahwa lebih dari 50 persen respnden ternyata belum pernah melakukan tes terkait penyakit seksual.

Menurut peneliti, hal ini terjadi karena adanya stigma dan rasa malu untuk menceritakan kehidupan dan kesehatan seksual mereka.

"Stigma masyarakat menjadi hambatan besar bagi orang tua untuk mengakses layanan kesehatan [terkait seksual]," ujar peneliti, Tess Hartland, seperti dilansir dari laman CNN.

Peneliti juga menemukan, orang tua di atas 45 tahun umumnya menganggap diri mereka hanya berhubungan dengan satu pasangan saja. Mereka juga enggan membicarakan kehidupan seksual mereka.

Selain itu, mayoritas dari orang tua tak mengetahui risiko IMS. Pengetahuan mengenai hal ini sangatlah terbatas.

"Di atas 45-an yang paling berisiko umumnya adalah mereka yang memasuki hubungan baru setelah periode monogami, seringkali pasca-menopause, tetapi tidak banyak memikirkan IMS," kata peneliti dari University of Chichester, Ian Tyndall.

Peneliti menyarankan agar orang tua berusia di atas 45 tahun untuk memeriksakan kesehatan seksual mereka dan mulai melakukan tindakan pencegahan infeksi menular seksual.

Baca Juga