Muslim dianjurkan untuk memulai segala sesuatu pekerjaan dengan membaca bismillah yakni Ø¨ÙØ³Ù’م٠اللّٰه٠الرَّØÙ’مٰن٠الرَّØÙيْم٠Bismillahirrahmaanirrahiim artinya “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”. Ada banyak keutamaan dengan membaca basmalah dalam mengawali segala pekerjaan.Salah satunya Terhindari dari Godaan Setan.
Bahkan dalam membaca surat dalam Al-Qur’an pun selalu diawali dengan bismillah, ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya membaca bismillah sebelum memulai aktivitas apapun dalam keseharian kita sebagai umat muslim.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jika sesuatu pekerjaan tidak diawali dengan membaca bismillah maka tertolak atau setidaknya kurang baik.
Rasulullah SAW bersabda:
«ÙƒÙلّ٠أَمْر٠لَا ÙŠÙØ¨Ù’دَأ٠ÙÙÙŠÙ‡Ù Ø¨ÙØ¨Ùسْم٠اللَّه٠الرَّØÙ’مَن٠الرَّØÙيم٠ÙÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ أَجْذَم٠»
Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bacaan bismillahir rahmanir rahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang), maka perkara itu kurang sempurna”.
Dalam riwayat lain disebutkan dengan makna serupa namun redaksinya sedikit berbeda:
كل أمر ذي بال لا يبدأ Ùيه ببسم الله Ùهو أبتر
Segala urusan penting yang tidak diawali bismillah, maka akan berkurang (atau bahkan hilang) keberkahannya. (HR. Ibnu Hibban)
Jika kita kaji lagi lebih rinci, sebenarnya ada 7 keutamaan bila kita membaca bismillah di setiap akan memulai aktifitas atau suatu kegiatan. Keutamaan tersebut diantaranya adalah;
1. Dekat dengan Allah
Imam Abu Muhammad Abdur Rahman ibnu Abu Hatim mengatakan di dalam kitab Tafsir-nya:
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا أَبÙÙŠØŒ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا جَعْÙÙŽØ±Ù Ø¨Ù’Ù†Ù Ù…ÙØ³ÙŽØ§ÙÙØ±ÙØŒ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا Ø²ÙŽÙŠÙ’Ø¯Ù Ø¨Ù’Ù†Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¨ÙŽØ§Ø±ÙŽÙƒÙ الصَّنْعَانÙÙŠÙ‘ÙØŒ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا سَلَّام٠بْن٠وَهْب٠الجَنَديّ، ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا أَبÙÙŠØŒ عَنْ Ø·ÙŽØ§ÙˆÙØ³ÙØŒ Ø¹ÙŽÙ†Ù Ø§Ø¨Ù’Ù†Ù Ø¹ÙŽØ¨Ù‘ÙŽØ§Ø³ÙØ› أَنَّ Ø¹ÙØ«Ù’مَانَ بْنَ عَÙَّانَ سَأَلَ رَسÙولَ اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ عن Ø¨ÙØ³Ù’م٠اللَّه٠الرَّØÙ’مَن٠الرَّØÙيمÙ. Ùَقَالَ: “Ù‡ÙÙˆÙŽ اسْمٌ Ù…Ùنْ Ø£ÙŽØ³Ù’Ù…ÙŽØ§Ø¡Ù Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡ÙØŒ وَمَا بَيْنَه٠وَبَيْنَ Ø§Ø³Ù’Ù…Ù Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø§Ù„Ù’Ø£ÙŽÙƒÙ’Ø¨ÙŽØ±ÙØŒ Ø¥Ùلَّا كَمَا بَيْنَ سَوَاد٠الْعَيْنَيْن٠وَبَيَاضÙÙ‡Ùمَا Ù…ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’بٔ
telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Musafir, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Mubarak As-San’ani, telah menceritakan kepada kami Salam ibnu Wahb Al-Jundi. telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Tawus, dari Ibnu Abbas, bahwa Usman bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang basmalah. Beliau menjawab: Basmalah merupakan salah satu dari nama-nama Allah; antara dia dan asma Allahu Akbar jaraknya tiada lain hanyalah seperti antara bagian hitam dari bola mata dan bagian putihnya karena saking dekatnya.
2. Ayat Istimewa
وَقَدْ رَوَى ابْن٠مَرْدÙويه، Ù…Ùنْ ØÙŽØ¯Ùيث٠يَزÙيدَ Ø¨Ù’Ù†Ù Ø®ÙŽØ§Ù„ÙØ¯ÙØŒ عَنْ سÙلَيْمَانَ Ø¨Ù’Ù†Ù Ø¨ÙØ±ÙŽÙŠÙ’دَةَ، ÙˆÙŽÙÙÙŠ رÙوَايَة٠عَنْ عَبْد٠الْكَرÙيم٠أَبÙÙŠ Ø£Ùمَيَّةَ، Ø¹ÙŽÙ†Ù Ø§Ø¨Ù’Ù†Ù Ø¨ÙØ±ÙŽÙŠÙ’دَةَ، عَنْ أَبÙÙŠÙ‡ÙØ› أَنَّ رَسÙولَ اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ قَالَ: “Ø£ÙنْزÙلَتْ عَلَيَّ آيَةٌ لَمْ تَنْزÙلْ عَلَى نَبÙيّ٠غَيْر٠سÙلَيْمَانَ Ø¨Ù’Ù†Ù Ø¯ÙŽØ§ÙˆÙØ¯ÙŽ ÙˆÙŽØºÙŽÙŠÙ’Ø±ÙÙŠØŒ ÙˆÙŽÙ‡ÙÙŠÙŽ Ø¨ÙØ³Ù’م٠الله٠الرَّØÙ’مَن٠الرَّØÙيمٔ
Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari hadis Yazid ibnu Khalid, dari Sulaiman ibnu Buraidah; sedangkan menurut riwayat lain dari Abdul Karim Abu Umayyah, dari Abu Buraidah, dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Telah diturunkan kepadaku suatu ayat yang belum pernah diturunkan kepada seorang nabi pun selain Sulaiman ibnu Daud dan aku sendiri, yaitu bismillahir rahmanir rahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).
3. Diberkati Allah
Ibnu Murdawaih meriwayatkannya pula berikut sanadnya melalui Abdul Karim Al-Kabir ibnul Mu’afa ibnu Imran, dari ayahnya, dari Umar ibnu Zar, dari Ata ibnu Abu Rabah, dari Jabir ibnu Abdullah yang menceritakan bahwa ketika diturunkan kalimat berikut: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Maka seluruh awan lari ke arah timur, angin hening tak bertiup, sedangkan lautan menggelora, semua binatang mendengar melalui telinga mereka, dan semua setan dirajam dari langit. Pada saat itu Allah Swt. bersumpah dengan menyebut keagungan dan kemuliaan-Nya bahwa tidak sekali-kali asma-Nya (yang ada dalam basmalah) diucapkan terhadap sesuatu melainkan Dia pasti memberkatinya.
4. Diselamatkan dari Malaikat Zabaniyah
Waki’ mengatakan dari Al-A’masy, dari Abu Wa’il, dari Ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa barang siapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari Malaikat Zabaniyah yang jumlahnya sembilan belas (Zabaniyah adalah juru penyiksa neraka), hendaklah ia membaca: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
5. Dibuatkan Surga
Allah akan menjadikan sebuah surga baginya pada setiap huruf dari basmalah untuk menggantikan setiap Malaikat Zabaniah. Hal ini diketengahkan oleh Ibnu Atiyyah dan Al-Qurtubi, diperkuat dan didukung oleh Ibnu Atiyyah dengan sebuah hadis yang mengatakan,
“Ùَقَدْ Ø±ÙŽØ£ÙŽÙŠÙ’ØªÙ Ø¨ÙØ¶Ù’عَةً وَثَلَاثÙينَ مَلَكًا ÙŠÙŽØ¨Ù’ØªÙŽØ¯ÙØ±Ùونَهَا” Ù„Ùقَوْل٠الرَّجÙÙ„Ù: رَبَّنَا ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙŽ الْØÙŽÙ…ْد٠ØÙŽÙ…ْدًا ÙƒÙŽØ«Ùيرًا Ø·ÙŽÙŠÙ‘ÙØ¨Ù‹Ø§ Ù…ÙØ¨ÙŽØ§Ø±ÙŽÙƒÙ‹Ø§ ÙÙيهÙ
“Sesungguhnya aku melihat lebih dari tiga puluh malaikat berebutan (mencatat) perkataan seorang lelaki yang mengucapkan, ‘rabbana walakal hamdu hamdan ka’siran tayyiban mubarakan fihi’ (Wahai Tuhan kami, bagi-Mulah segala puji dengan pujian yang sebanyak-banyaknya, baik lagi diberkati).
6. Setan Akan Menjadi Kecil
Imam Ahmad ibnu Hambal di dalam kitab Musnad-nya mengatakan bahwa:
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا Ù…ÙØÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯Ù Ø¨Ù’Ù†Ù Ø¬ÙŽØ¹Ù’ÙÙŽØ±ÙØŒ ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا Ø´ÙØ¹Ù’Ø¨ÙŽØ©ÙØŒ عَنْ عَاصÙÙ…ÙØŒ قَالَ: Ø³ÙŽÙ…ÙØ¹Ù’ت٠أَبَا تَمÙيمَةَ ÙŠÙØÙŽØ¯Ù‘ÙØ«ÙØŒ عَنْ رَدÙÙŠÙ٠النَّبÙيّ٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ قَالَ: عَثَرَ Ø¨ÙØ§Ù„نَّبÙيّ٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ، ÙÙŽÙ‚ÙلْتÙ: ØªÙŽØ¹ÙØ³ الشَّيْطَانÙ. Ùَقَالَ النَّبÙيّ٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ: “لَا تَقÙلْ ØªÙŽØ¹ÙØ³ÙŽ Ø§Ù„Ø´Ù‘ÙŽÙŠÙ’Ø·ÙŽØ§Ù†Ù. ÙÙŽØ¥Ùنَّكَ Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ Ù‚Ùلْتَ: ØªÙŽØ¹ÙØ³ÙŽ Ø§Ù„Ø´Ù‘ÙŽÙŠÙ’Ø·ÙŽØ§Ù†Ù ØªÙŽØ¹ÙŽØ§Ø¸ÙŽÙ…ÙŽØŒ وَقَالَ: بÙÙ‚ÙوَّتÙÙŠ صَرَعْتÙÙ‡ÙØŒ ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ Ù‚Ùلْتَ: Ø¨ÙØ§Ø³Ù’Ù…Ù Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡ÙØŒ تَصَاغَرَ ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ يَصÙيرَ Ù…ÙØ«Ù’Ù„ÙŽ Ø§Ù„Ø°Ù‘ÙØ¨ÙŽØ§Ø¨Ù”.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Asim yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar dari Abu Tamim yang menceritakan hadis dari orang yang pernah membonceng Nabi Saw. Si pembonceng menceritakan: Unta kendaraan Nabi Saw. terperosok, maka aku mengatakan, “Celakalah setan.” Maka Nabi Saw. bersabda, “Janganlah kamu katakan, ‘Celakalah setan,’ karena sesungguhnya jika kamu katakan demikian, maka ia makin membesar, lalu mengatakan, ‘Dengan kekuatanku niscaya aku dapat mengalahkannya.’ Tetapi jika kamu katakan, ‘Dengan nama Allah,’ niscaya si setan makin mengecil hingga bentuknya menjadi sebesar lalat.”
Imam Nasai di dalam kitab Al-Yaumu wal Lailah dan Ibnu Murdawaih di dalam kitab Tafsir-nya. telah meriwayatkan melalui hadis Khalid Al-Hazza, dari Abu Tamimah (yaitu Al-Hujaimi), dari Abul Malih ibnu Usamah ibnu Umair, dari ayahnya yang menceritakan bahwa ia pernah membonceng Nabi Saw. Selanjutnya dia menuturkan hadis hingga sampai pada sabda Nabi Saw. yang mengatakan:
«Ù„َا تَقÙلْ هَكَذَا ÙÙŽØ¥Ùنَّه٠يَتَعَاظَم٠ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ ÙŠÙŽÙƒÙونَ ÙƒÙŽØ§Ù„Ù’Ø¨ÙŽÙŠÙ’ØªÙØŒ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙنْ Ù‚Ùلْ Ø¨ÙØ³Ù’م٠اللَّه٠ÙÙŽØ¥ÙÙ†Ù‘ÙŽÙ‡Ù ÙŠÙŽØµÙ’ØºÙØ±Ù ØÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ ÙŠÙŽÙƒÙونَ ÙƒÙŽØ§Ù„Ø°Ù‘ÙØ¨ÙŽØ§Ø¨ÙŽØ©Ù»
Jangan kamu katakan demikian, karena sesungguhnya setan nanti akan makin membesar hingga bentuknya seperti rumah. Tetapi katakanlah.”Bismillah” (dengan nama Allah), karena sesungguh-nya dia akan mengecil hingga bentuknya seperti lalat.
7. Terhindari dari Godaan Setan
Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkan melalui hadis Bisyr ibnu Imarah, dari Abu Rauq, dari Dahhak, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa hal yang mula-mula dibawa turun oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw. ialah: “Hai Muhammad, katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk’.” Kemudian Malaikat Jibril berkata, “Katakanlah bismillahir rahmanir rahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).”
Jibril berkata kepadanya, “Hai Muhammad, sebutlah asma Allah, bacalah dengan menyebut asma Allah —Tuhanmu— dan berdiri serta duduklah dengan menyebut asma Allah,” menurut lafaz Ibnu Jarir.