Penyebaran virus Covid-19 memang melalui droplet (percikan air liur). Percikan itu dapat terisap dan terbawa ke sistem pernapasan dan setelah itu virus beroperasi mengganggu sel-sel di dalamnya.
Droplet pun mungkin sekali melekat di pakaian. Entah kaus, kemeja, sampai jilbab. Virus Covid-19 dapat bertahan selama beberapa jam di bahan yang lain, tak terkecuali pakaian.
Dikutip dari health.com, kaum periset dari National Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID) di Montana, Amerika Serikat sudah mempelajari berapa lama virus Covid-19 bisa bertahan hidup di atas kertas karton, plastik, dan baja, namun belum terdapat info lanjutan untuk kain.
Diduga virus dapat hidup selama berjam-jam sampai barangkali satu hari pada pakaian. Masalah tersebut amat tergantung pada keadaan lingkungan, yakni suhu dan kelembaban berpengaruh pada perkembangan virus.
Sebagai langkah preventif, perlu untuk melakukan langkah-langkah berikut ketika membersihkan pakaian. Khususnya bila anda mesti keluar rumah, demi kurangi resiko penyebaran Covid-19.
1. Mencuci Pakaian Sesudah dari Luar
Bila tak terdapat seorang saja anggota keluarga di rumah yang positif terserang virus corona, ataupun malahan tak memperlihatkan tanda-tanda apa saja, pakaian bisa dicuci seperti umumnya.
Namun bila bepergian keluar rumah (ke toko, umpamanya) dan orang-orang di sekeliling belum menaati saran buat social distancing (memberi jarak minimun 1 meter dari orang lain), ketika tiba di rumah, alangkah baiknya untuk mencuci pakaian yang dipakai buat berpergian.
Riset dari NIAID mengatakan kalau sejumlah virus bisa selalu aktif sesudah 2-3 hari pada plastik dan stainless steel, lantas selama 24 jam pada kardus dan 4 jam pada tembaga. Resleting, kancing dan perlengkapan pada pakaian lain dibikin dari bahan-bahan itu, sehingga memiliki potensi untuk membawa virus ke rumah.
2. Saran Mencuci Pakaian yang Dipakai oleh Orang Sakit
Bila seseorang di dalam rumah dicurigai, malahan dikonfirmasi terserang COVID-19, upaya preventif lain mesti diambil saat mencuci pakaian mereka (serta masalah lain yang bersentuhan denganya, seperti handuk dan seprai).
Pusat Pengendalian dan pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menganjurkan untuk memakai sarung tangan sekali pakai saat mengatasi cucian kotor dari orang yang sakit, lantas setelah itu langsung buang sarung tangan sesudah dipakai. Cuci tangan sesegera mungkin sesudah melepas sarung tangan. Bila tak menggunakan sarung tangan ketika mencuci cucian kotor, pastikan sesudahnya untuk mencuci tangan.
Tidak hanya itu, jangan kibas-kibas cucian kotor, sebab masalah itu bisa menyebarkan virus lewat udara. Beberapa barang mesti dicuci selaras instruksi gunakanlah ketentuan mencuci yang benar. CDC menyatakan, diperbolehkan untuk mencuci pakaian dari orang sakit dan dicampur bersama pakaian orang lain, sebab mencuci pakaian dalam mesin memakai deterjen bakal menghilangkan virus.
3. Jangan mencuci pakaian dengan tangan
Bakal lebih baik bila memakai mesin mencuci. Masalah ini untuk meminimalisir kontak langsung pakaian kotor yang barangkali terserang virus dengan tangan. Lagipula, suhu tinggi ketika mesin cuci tengah beroperasi, bisa mematikan virus.